Rabu, 12 Oktober 2011

Setia Namun di Hianati

Setia Namun di Hianati 
Langkah demi langkah yang telah berlalu akhirnya aku temukan juga dia dalam kesepian hatinya, aku menyapanya dengan nada suara yang rendah. “hai… sedang apakah dikau disudut malam yang sunyi ini…?” tanyaku lewat celah cahaya. Dia hanya diam dan tersenyum malu seakan dirinya tak mau ditemui walau sebenarnya dia kelihatan happy. Mungkin dia lagi banyak problem dalm tiap langkah kakinya. Aku biarkan dia menyendiri di sudut gelap malam itu.Keesokan harinya aku temui dia lagi di tepi pagi yang bermandikan cahaya mentari, aku berharap dia akan bicara dangan apa yang menjadi problem dalam langkahnya itu. Namun apa yang terjadi dia hanya membisu sepertinya tak mau berbagi problemnya padaku, mungkin dia takut akan apa yang akan aku lakukan pada problemnya itu. Aku hanya bisa sedih melihat dia tenggelam dalam problemnya sendiri. Anadai dia bicara apa yang menjadi penjanggal langkahnya itu, bisa atau tidak bisa membantunya mungkin ada sedikit masukan yang bisa aku berikan padanya, namun dia hanya diam, bagaimana aku bisa membantu atau memberikannya solusi kalau dia hanya diam saja.Beribu waktu tyang telah aku lalui namun aku belum mampu menemukan problem apa yang menjanggal dalam hati si dia itu. Dalam sembah sujudku pada yang maha kuasa tak lain meminta petunjuk darinya, agar sang maha kuasa memberikan aku petunjuk ataupun jalan keluarnya. Tapi entah mengapa sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang diberikan oleh sang maha kuasa. Tapi tetap tabah dan tak pernah berhenti berdo’a padanya.Dari selang waktu yang telah aku lalui bersamanya ternyata terjawab juga uneg-uneg aku selama ini. Ternyata si dia menjalin hubungan dengan sahabat aku sendiri. Kecewa memang aku kecewa tapi aku tetap tabah karena bagiku mungkin bukan dia yang pantas menjadi teman dalanm langkah kehidupan aku ini. Aku tak pernah berhenti memohon petunjuk dari yang maha kuasa, agar mempertemukan aku dengan sosok teman kehidupanku yang sebenarnya. Tak ada guna berharap bila tak ada benih yang ditanam. Tak ada guna meminta bila tak pernah memberi. Tak ada guna hidup bila tak ada misi yang tertanam. Tak ada guna mencari bila yang dicari belum pasti ada. 
Dari : kamril,eyd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar