Setia Namun di Hianati
Langkah demi langkah yang telah
berlalu akhirnya aku temukan juga dia dalam kesepian hatinya, aku menyapanya
dengan nada suara yang rendah. “hai… sedang apakah dikau disudut malam yang
sunyi ini…?” tanyaku lewat celah cahaya. Dia hanya diam dan tersenyum malu
seakan dirinya tak mau ditemui walau sebenarnya dia kelihatan happy. Mungkin
dia lagi banyak problem dalm tiap langkah kakinya. Aku biarkan dia menyendiri
di sudut gelap malam itu. Keesokan harinya aku temui dia lagi
di tepi pagi yang bermandikan cahaya mentari, aku berharap dia akan bicara
dangan apa yang menjadi problem dalam langkahnya itu. Namun apa yang terjadi
dia hanya membisu sepertinya tak mau berbagi problemnya padaku, mungkin dia
takut akan apa yang akan aku lakukan pada problemnya itu. Aku hanya bisa sedih
melihat dia tenggelam dalam problemnya sendiri. Anadai dia bicara apa yang
menjadi penjanggal langkahnya itu, bisa atau tidak bisa membantunya mungkin ada
sedikit masukan yang bisa aku berikan padanya, namun dia hanya diam, bagaimana
aku bisa membantu atau memberikannya solusi kalau dia hanya diam saja. Beribu waktu tyang telah aku lalui
namun aku belum mampu menemukan problem apa yang menjanggal dalam hati si dia
itu. Dalam sembah sujudku pada yang maha kuasa tak lain meminta petunjuk
darinya, agar sang maha kuasa memberikan aku petunjuk ataupun jalan keluarnya.
Tapi entah mengapa sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang diberikan oleh
sang maha kuasa. Tapi tetap tabah dan tak pernah berhenti berdo’a padanya. Dari selang waktu yang telah aku
lalui bersamanya ternyata terjawab juga uneg-uneg aku selama ini. Ternyata si
dia menjalin hubungan dengan sahabat aku sendiri. Kecewa memang aku kecewa tapi
aku tetap tabah karena bagiku mungkin bukan dia yang pantas menjadi teman
dalanm langkah kehidupan aku ini. Aku tak pernah berhenti memohon petunjuk dari
yang maha kuasa, agar mempertemukan aku dengan sosok teman kehidupanku yang
sebenarnya. Tak ada guna berharap bila tak ada benih yang ditanam. Tak ada guna
meminta bila tak pernah memberi. Tak ada guna hidup bila tak ada misi yang tertanam.
Tak ada guna mencari bila yang dicari belum pasti ada.
Dari : kamril,eyd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar